Sabtu, 24 November 2012

Talk Show “Saatnya Entrepreneur Muda Berkarya”



(24/11/12) Sabtu merupakan hari libur untuk Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Namun,tak ada salahnya kita mengikuti Talk Show “Saatnya Entrepreneur Muda Berkarya” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kesehatan Lingkungan.
Acara yang dimulai pukul 07.30 ini dimulai dengan pembukaan dengan sambutan dari Ketua Panitia Laila Khusnul K lalu sambutan ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan yang diwakilkan karena berhalangan hadir dan sambutan dari Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang diwakilkan oleh Pembantu Direktur III Bapak Ir.Roosmarinto yang sekaligus membuka acara pada hari ini.
Acara ini menyuguhkan 3 pembicara. Pertama, Bambang Suwerda dengan materi Bank Sampah dimana sampah dapat menghasilkan uang dan menjadi lahan bisnis. Kedua,Firmansyah Budi Prasetyo yang merupakan pemilik dari Cokro Tela Cake dan yang ketiga adalah Adhita Sri Prabakusuma yaitu seorang pengusaha muda yang memanfaatkan limbah perikanan menjadi berbagai produk yang dapat lebih bermanfaat.
“Acara sudah cukup bagus hanya saja waktu yang diberikan kepada pembicara sangat singkat dan saya berharap acara seperti ini dapat terus diadakan karena dengan acar ini saya memicu saya untuk berwirausaha.” Begitulah tanggapan dari Sanusi,mahasiswa D4 Jurusan Kesehatan Lingkungan.
Ketua Panitia mengungkapkan secara keseluruhan dia mengaku puas walaupun peserta yang hadir jauh dari target. “Acara sudah cukup memuaskan karena semua sudah sesuai dan pembicara juga sangat menarik” tambahnya.
Mahasiswa?Jangan takut untuk berwirausaha karena Saatnya Entrepreneur Muda Berkarya! (Sekar Kuswidiarani,red)

Pemilu Gubernur Gizi 2012



(21/11/12) Hari Rabu ini merupakan hari yang istimewa karena hari ini akan ditentukanya Gubernur Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Gizi yang akan menjabat di tahun 2013 mendatang. Orasi dilakukan oleh keempat kandidat didampingi HMJ. Keempat kandidat tersebut adalah Nurul Laila Azizah (tingkat 1), Meita (tingkat 1), Delia Lintang Y (tingkat 2) dan Thorifah Zatu S (tingkat 2). Setelah melakukan orasi dengan menyampaikan visi dan misi,dilakukan sesi Tanya jawab dengan 4 penanya di setiap kelas.
Usai melakukan orasi,mahasiswa wajib menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pilihan kandidat yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari Yuka Felicia. Pemilihan dilakukan dengan langkah sbb:
1.   HMJ Gizi membagikan kertas suara sesuai jumlah peserta hadir
2.   Setelah orasi dan Tanya jawab,mahasiswa bebas menentukan pilihanya dengan mencontreng salah satu gambar pada kertas suara
3.   Kertas suara dikumpulkan kepada HMJ Gizi
4.  Tanda tangan sebagai bukti hadir dan bukti telah menggunakan hak pilihnya.
Selanjutnya,sekitar pukul 12.00 WIB,mulai dilakukan perhitungan siara yang dilakukan oleh HMJ Gizi tingkat 2 dan tingkat 3. Hasil dari perhitungan suara berhasil membawa kandidat No.3 yaitu Delia menjadi Gubernur HMJ Gizi.
“Terdapat tantangan berat menjadi Gubernur karena banyak program kerja baru dari para dosen yang harus dilaksanakan.” Ujar gadis berparas cantik ini.
Selain itu,dia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua mantan anggota HMJ Gizi.di tingkat 2 seperi Beatric,Samsul,Nurul,Fitri,Rengganis dan Alfath serta para mahasiswa yang telah member amanat kepadanya.
Selamat kepada Gubernur Gizi terpilih!Jaya Jurusan Gizi. (Sekar Kuswidiarani,red)

Selasa, 20 November 2012

Seminar Nasional dan Talkshow Kesehatan “Laboratory Aspect, Clinical Diagnosis and Early Prevention of Breast Cancer”




 Minggu, 18 November 2012, kemarin, telah diselenggarakan Seminar Nasional dan Talkshow Kesehatan dengan judul “Laboratory Aspect, Clinical Diagnosis and Early Prevention of Breast Cancer” oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, yang bertempat di Yudhistira Hall, Jogja Expo Center, Yogyakarta.
 
 
















Pengambilan tema atau pun judul tersebut didasarkan atas adanya kasus kanker payudara yang setiap tahunnya lebih dari 1 juta kasus baru didiagnosis di seluruh dunia dan hampir 400 ribu orang akan meninggal akibat penyakit tersebut. Bahkan kecenderungannya meningkat dari tahun ke tahun. Juga  untuk menjawab apakah benar bahwa pria juga dapat terkena penyakit tersebut. Kejadian penyakit ini perlu diwaspadai dan diperlukan diagnosis sedini mungkin. Serta bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan khususnya para tenaga kesehatan dalam aspek klinis, aspek laboratoris dan pencegahannya.
Seminar dengan peserta keseluruhan berjumlah 682 orang tersebut tidak hanya dari provinsi DIY tetapi juga dari provinsi lain, yaitu Yogyakarta, Kebumen, Wonogiri, Wonosobo, Kediri, Boyolali, Purworejo, Ngawi, Tangerang, Solo, Salatiga, Banyumas, serta Tasikmalaya. Peserta seminar ini terdiri dari mahasiswa/mahasiswi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, mahasiswa/mahasiswi dari berbagai institusi negeri dan swasta, tenaga kesehatan dari dinas kesehatan dan provinsi, laboratorium klinik, puskesmas daerah, serta rumah sakit daerah dan provinsi.
Seminar dibuka dengan tari pembuka oleh mahasiswi Jurusan Analis Kesehatan tingkat I, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Subrata Tri Widada, dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dibukanya seminar dan talkshow kesehatan.
Keynote speaker oleh GKR Pambayun mengenai kisah refleksi kritis kanker payudara mengawali seminar ini. Materi pertama mengenai Aspek klinis disampaikan oleh Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp. B (K) Onk,Kepala Bagian Bedah RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta. Materi kedua mengenai Aspek Laboratoris disampaikan oleh Dr. dr. Totok Utoro, D.Med., Sp.PA (K), Staf Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Materi ketiga mengenai Aspek Pencegahan disampaikan oleh dr. FX. Ediyati Triningsih, M.Sc., Sp.PA. (K), Bagian Pendidikan dan Penyuluhan Yayasan Kanker Indonesia cabang DIY.
Seminar ini juga menghadirkan mantan penderita kanker payudara, Dr. Fellicia, M.Sc., beliau sharing pengalaman terkait kanker payudara juga memberi motovasi dan dorongan kepada peserta seminar agar lebih perhatian untuk melakukan pencegahan sejak dini. Kedatangan beliau semakin memberi kesadaran kepada peserta untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit kanker payudara sejak dini. (Laksmita Ayu - Red)